Sahabat

Apakah aku salah?
yang menganggap persahabatan sebagai sesuatu yang sangat penting bagiku?
apakah aku salah?
yang menginginkan dia tuk jadi sahabatku?

Selama ini…aku sudah menganggapnya sebagai sahabat,
bahkan lebih….
tapi…
apakah dia menganggap ku sebagai sahabatnya?
ataukah dia hanya menganggap aku sebagai temannya saja?
yang hanya berbincang saat di dalam kelas?
dan tak pernah lebih (boleh) lebih dari itu?

Kini….
tak ada lagi kita duduk bersama…
tak ada lagi tertawa bersama…
ga ada lagi makan2 bareng…hingga penjaga toko mengira aku dan kamu adalah orang yang sama…
mungkin karena kita terlalu sering bersama….

Seperti kata temanku,
aku tidak bisa menyalahkanmu
karena mungkin secara tidak sadar,aku tidak punya banyak waktu lagi untuk dihabiskan bersamamu….karena kini ada dirinya yang bisa lebih mengerti kamu…
slalu ada bersamamu…

Ah…memang aku bodoh!!!!!
Aku sudah berusaha tuk mempertahankannya…
namun sepertinya sudah tak bisa
karena semuanya sudah tak berarti buatmu..atau bahkan kamu tak pernah menganggapnya berarti bagimu…

Entah berapa banyak air yang telah menetes dari mataku…
hingga aku tak bisa menangis lagi…
mungkin aku saja yang terlalu berlebihan….

Ah…
sudahlah sobat…
aku hanya bisa berdoa semoga dia bisa menyenangkanmu…
seperti yang kau harapkan….dan terbaik bagimu…
aku rela melepasmu jika memang dia yang terbaik bagimu…
Asal Kau Senang, Ku Bahagia

One Response to “Sahabat”

  1. isman Says:

    buat lw beda antara sahabat dan teman apa?

    klo bagi w,,beda bgd,, klo teman kita bisa cari dimana aja tapi sahabat sangat susah coz hanya kepda dia kita bisa share,, kt bisa ngasi rasa trust kt…sayang w lom pnah ngedapatin sahabat yg w cari

    yach itu sii pendapat w,, smua org b’bd pendapat khan,,hehehe

    satu yg plg gw takutin dlm hidup w ktk gw gk tw hrus crita ke siapa ktk ada mslah,,

Leave a Reply