Maaf

Tak pernah ada niat tuk meninggalkanmu..ataupun mengabaikanmu..
Ku coba tetap bertahan meski ada sedikit pilu..
Ku coba tuk menepis sgala rasa..
Ku coba tuk menahan dan kembali lagi padamu..
Bukan aku tak suka padamu..
Namun kau adalah bagian dari mereka
dan mereka adalah bagian darimu…
yang berlindung di balikmu..
Ku terus mencoba..
Berkali-kali bahkan!!!
Namun apa yang terjadi???
Rasa itu kembali kurasakan..
Semua yang sempat tertahan,kini muncul lagi ke permukaan seiring dengan bertambahnya rasa yang kau beri..
Tak ada masalah secara langsung kepada setiap mereka..
Namun mengapa ada penonton yang membanding2kan setiap isimu???
bukankah manusia memang diciptakan berbeda?
yang membuat dunia bisa lebih indah
Lalu…
Aku harus bagaimana lagi??
Jika memang aku harus melihatmu dari kejauhan,
biarlah begitu saja..

One Response to “Maaf”

  1. vonny Says:

    pintu selalu terbuka untukmu
    saat dimana kau pertama kali masuk melalui pintu itu adalah pintu yang sama saat kau memutuskan keluar.

    tapi pintu itu akan selalu terbuka untukmu yang telah menjadi bagian dari keluarga ini.

    kalo ada yang mau dibicarakan, bicarakan saja, sebab segala sesuatu yang mendem itu gk enak rasanya, gk plong..!!!

    nomerku masih yang dulu lho…tapi kosanku dah pindah ke adhyaksa raya no.27….

    cayooo…!!!!ingat waktu qta ke papandayan?it’s a great time. miss that time? yuukss jalan bareng lagi…!!!

Leave a Reply